Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Mengapresiasi Diri Sendiri, Mulai dari Mana?

Oleh RuthNina 18 Dec 2015

Beberapa waktu lalu, saya ditegur anak saya si Dudu. “Buat Mama, hari libur itu percuma, soalnya Mama akan tetap bekerja dan menulis.” Yup, saya orangnya tidak bisa diam dan cenderung workaholic. Meskipun mungkin banyak yang tidak percaya saya serajin itu karena saya sering bilang hobi saya tidur dan baca komik.

I love you MomDan karena terlalu seru sama kerjaan, saya sering lupa menikmati hasilnya. Padahal menikmati hasil kan termasuk salah satu cara menghargai kerja keras yang sudah dilakukan. Sejujurnya sih bukan karena tidak mau tapi lebih karena tidak tahu mau apa dengan hasil yang sudah didapat. Saya tidak hobi shopping kecuali buku, tidak suka perawatan salon dan spa juga. Makan enak takut keterusan dan gemuk. Jalan-jalan juga agak terbatas karena saya masih tercatat karyawan kantoran. Jadi gimana?

Saya iseng Googling: how to appreciate yourself. Dan sampai pada satu artikel di Oprah.com yang ditulis oleh Mike Robbins, pengarang buku Focus on the Good Stuff and Be Yourself: Everyone Else Is Already Taken. Menurut Mike, mengapresiasi diri sendiri adalah awal mula. Jadi bukan setelah kita kerja keras lalu dapat “reward” sebagai bentuk apresiasi. Dan ternyata, saya bukan satu-satunya orang yang bingung bagaimana mengapresiasi diri. Mike juga menulis bahwa mengapresiasi diri juga merupakan sesuatu yang dipelajari, terutama untuk memberikan reward tanpa memikirkan pencapaian yang telah kita hasilkan. Jangan ragu minta bantuan orang lain. Hm.. kalau begitu saya mau minta bantuan Dudu ah.Kan mengapresiasi diri sendiri berarti libur dari pekerjaan, bukan libur dari anak.

Ikutan Lombanya Yuk!