Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Yang Tak Pernah Keliru Dalam Meniru

Oleh Shona Vitrilia 15 Dec 2016

“Kak…. Sholat yuk!” Pinta saya.

“Enggak mau Mi.” Jawabnya.

Hm…. Yasudahlah memang belum waktunya. Meski Adiknya, Ayesha (35 bulan) sedang semangat ikut sholat, bukan berarti Khansa (46 bulan) juga harus sholat kata saya dalam hati.

Itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Tidak dengan beberapa minggu ini. Tiba-tiba Khansa jadi rajin sholat, Alhamdulillah. Saat adzan berkumandang Khansa langsung bertanya kepada saya, “Berapa mi?” Maksudnya berapa rakaat sholatnya.

“4 rakaat Kak.” Jawab saya semangat.

Tapi lucunya, Khansa sering minta nego jumlah rakaat, hehe. 4 rakaat kebanyakan katanya. Lalu saya bilang, “Ya nggak apa-apa, sebisanya Kakak aja. Kalau sanggupnya 2 atau 3 rakaat aja ya nggak apa-apa.”

“Tapi apa nanti Allah nggak marah Mi?” Tanyanya polos.

Insya Allah enggak, kan Kakak masih belajar.”

“Oh…. Allah maafin Kakak ya Mi. Kakak sholat 2 rakaat aja deh.”

Kadang kala ia menyanggupi, kadang juga nego lagi. Untuk menyiasati agar bisa full, kami pun sholat berjamaah. Belum lagi saat adzan Subuh belum berkumandang, ia terbangun saat melihat saya menunaikan sholat tahajud. “Berapa rakaat mi?”

“Eh kakak udah bangun? Belum Subuh kok Kak, nanti kalau udah Subuh Ummi bangunin ya.” Jawab saya kaget.

Suatu kali karena penasaran saya bertanya kenapa Khansa jadi rajin sholat. Jawabnya karena ingin seperti Ummi biar dapat pahala. Masya Allah…. Bikin saya berkaca-kaca.

Di usianya yang sekarang yang belum genap 4 tahun, milestone dalam hal perkembangan agama sudah berkembang cukup pesat. Khansa sudah mengetahui apa agamanya (siapa Tuhannya, Nabi & Rasul), mengerjakan ibadah & hafal beberapa surat Al-Qur’an, mengucapkan do’a sebelum & atau sesudah melakukan sesuatu (seperti sebelum & sesudah makan, sebelum & sesudah tidur, dll.).

Semua ini tak lepas dari stimulasi dan pembiasaan serta keteladanan yang ia amati sedari dini. Anak-anak, ya mereka lebih cerdas dari yang kita bayangkan. Mereka, mungkin bisa salah dalam mendengar, tapi tak pernah keliru dalam meniru.